AWAN HITAM
Seiring bertambahnya, hari, bulan, dan tahun, ruang hampa yang ada di dalam hatiku semakin gelap. Aku selalu bertanya-tanya, apakah di luar sana ada orang yang sama denganku? Sama-sama memiliki ruang hampa di dalam hatinya yang paling dasar dan tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. Selain ruang hampa yang ada di dalam hatiku, kini aku bisa melihat awan hitam yang terus menurunkan air seperti hujan di atas kepalaku. Kemana pun aku pergi, awan itu selalu mengikuti. Aku merasa lelah dan putus asa dengan semuanya hingga benar-benar ingin mengakhiri hidupku. Apakah kalian ingin tahu darimana awan itu berasal? Ya, itu berasal dari perasaanku yang bercampur menjadi satu. Perasaan sedih, kecewa, marah, putus asa, perasaan bersalah, dan lainnya. Saat itu, seiring bergantinya tahun dimana aku duduk di bangku kelas satu SMP, umpatan dan cacian bahkan kekerasan yang diberikan oleh keluargaku semakin bertambah. Mereka te...