Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2023

AWAN HITAM

         Seiring bertambahnya, hari, bulan, dan tahun, ruang hampa yang ada di dalam hatiku semakin gelap. Aku selalu bertanya-tanya, apakah di luar sana ada orang yang sama denganku? Sama-sama memiliki ruang hampa di dalam hatinya yang paling dasar dan tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. Selain ruang hampa yang ada di dalam hatiku, kini aku bisa melihat awan hitam yang terus menurunkan air seperti hujan di atas kepalaku. Kemana pun aku pergi, awan itu selalu mengikuti. Aku merasa lelah dan putus asa dengan semuanya hingga benar-benar ingin mengakhiri hidupku. Apakah kalian ingin tahu darimana awan itu berasal? Ya, itu berasal dari perasaanku yang bercampur menjadi satu. Perasaan sedih, kecewa, marah, putus asa, perasaan bersalah, dan lainnya.          Saat itu, seiring bergantinya tahun dimana aku duduk di bangku kelas satu SMP, umpatan dan cacian bahkan kekerasan yang diberikan oleh keluargaku semakin bertambah. Mereka te...

RUANG HAMPA

       Aku memasuki ruangan hampa yang terbentang di depan mataku,  saat itu yang ku dengar hanyalah suara udara dari ruangan kosong. Tak  ada kehidupan, dan juga aktifitas lainnya.  Sebuah ruangan yang benar-benar gelap tanpa cahaya, hanya ada jurang keputusasaan serta aura kesedihan mendalam yang memenuhi ruangan itu.  Semuanya tak ada artinya bagiku. Aku merasakan kehampaan yang mendalam, bahkan di keramaian aku pun masih tetap terjebak di ruangan itu. Seketika untuk bernafas pun rasanya  sangat berat, seperti ada sebuah batu yang mengganjal dan butuh usaha keras menghembuskan nafas.      Sungguh, luka dan ruangan hampa yang mereka  berikan benar-benar luar biasa. Bahkan aku sampai memikirkan suatu  hal yang tidak seharusnya kulakukan, namun tetap ku lakukkan. Ya, kala itu aku mulai melakukan self harm dengan cara meninju kaca jendela dengan tanganku hingga mengeluarkan darah, namun anehnya aku tidak menangis saat...

PENGABAIAN DAN PENOLAKAN

       Banyak orang berkata bahwa " Harta yang paling berharga adalah keluarga ". Akan tetapi, ungkapan itu tak ada arti khusus bagiku. Aku masih bingung dengan konsep keluarga yang sebenarnya, begitu pula dengan konsep kasih sayang. Aku selalu bertanya-tanya bahkan aku mampu menghabiskan waktu dengan tatapan yang kosong demi mencari arti dari kasih sayang. Terkadang, aku menghabiskan waktu sambil mendengarkan lagu sedih, aku masih terjebak oleh masa lalu yang suram dan selalu diabaikan oleh orang-orang disekitarku.      Kala itu aku berusia 5 tahun, kehidupan yang aku dapatkan benar-benar menyenangkan. Kasih sayang yang diberikan oleh sang ayah sangatlah banyak, mulai dari bermain petak umpat bersama  adik perempuanku, hingga melukis bersama di halaman rumah. Akan tetapi, hal itu ternyata hancur seketika saat aku mendapat kabar bahwa ayahku meninggal dunia. Hancur sudah perasaanku, benar benar hancur. Bagaimana bisa? Padahal baru saja ayahku meng...

PENGANTAR

     Bisikan di kepalaku terus berbicara, seolah memberi perintah yang tak sesuai dengan kata hatiku. Aku merasa tenggelam bersama pikiranku yang menurut orang sangat mengerikan, namun bagiku itu adalah hal yang biasa saja. Aku terus memikirkan bagaimana cara bunuh diri, mulai dari pikiran untuk gantung diri hingga lompat dari peron pada saat kereta akan melintas. Akan tetapi, jika aku melakukan hal tersebut, bagaimana dengan ke-empat adikku? mereka pasti akan menangis meraung-raung, depresi atau bahkan  akan berakhir sepertiku juga.     Luka batin yang mereka berikan padaku sangat dalam, terus muncul dan terrekam di dalam pikiranku seperti pita kaset yang kusut. Aku masih belum bisa memaafkan mereka yang membuatku berada di situasi seperti ini, terkadang pikiran untuk membunuh mereka semua pun pernah ku pikirkan. Mulai dari memberikan racun tikus, sianida atau membunuh mereka semua secara brutal.  Hal ini ingin aku lakukan untuk meredakan luka ba...